WhatsApp Image 2020-06-03 at 12.39.33

Jadi, sejak awal pandemi covid-19 di Indonesia mulai merebak ( tolong koreksi kalau saya salah ), anak-anak sudah mulai ‘belajar di rumah’. School from home. Kalau nggak salah, sekitar pertengahan bulan Maret 2020. Sampai sekarang, berarti kira-kira udah 2,5 bulan ya anak-anak belajar di rumah.

Ibu-ibuuuu… gimana rambutnya udah mulai rontok beluum karena membersamai anak belajar full di rumah ? wekeke.

Karena sekolah ‘libur’, otomatis daycare nya Little M juga libur. Saya, masih tetap work from office. Nggak takut? Ya takut sih. Tapi, intinya harus jaga diri, jaga kebersihan, batasi interaksi dengan orang lain secara langsung, dan sisanya kalian pasti sudah tahu lah ya harus ngapain. Plus, harus tetap bersyukur, karena masih punya pekerjaan dan pendapatan di masa seperti ini.

Oke, balik lagi ke Little M.

Karena mau menuju ke ‘new normal’, ada wacana Mr. M kerjanya udah nggak shift antara WFO – WFH lagi. Tapi mau full WFO. Tapi, keputusannya masih belum final.

Kalau sudah begini, Little M nasibnya gimana. Kemarin ya, ada wacana daycare Little M mau buka lagi. Tetapi, jumlah anak yang diterima terbatas. Juga, ada beberapa prosedur protokol yang harus disepakati dan dipatuhi. Sejauh ini, saya pribadi sependapat dengan syarat yang diajukan oleh pihak daycare.

Win win solution lah ya. Ortu ada wacana full balik ngantor. Dan si bocah bisa kembali ke daycare.

Apakah saya tidak kuatir? Menurut ngana ? Ya kuatir laaaah.

Memang, saya ada support system. Tetapi dalam waktu dekat ini, support system yang saya punya, untuk sementara mungkin tidak bisa full mensupport. Bingung nggak?

Jadi, ketika saya ditawari untuk kembali ke daycare, diskusi dengan papanya si bocah, maka kami (separo) mantap untuk mengiyakan. Dibilang separo ya karena itu tadi, gamang apakah di sana kondisinya aman. Secara, untuk anak kecil kan pertukaran virus dan penyakitnya banter banget. Semisal nih ya, anakku berangkat gapapa, ntar di sana ada yang sakit maka kemungkinan ketularannya gede kan ? Lalu, apakah menjamin anak yang lain selama liburan ini mereka full di rumah dan nggak main sama anak lainnya. Sedangkan Little M selama ini dikekep di rumah dan paling banter main sama sepupunya aja.

Monmaap, ada beberapa anak yang saya lihat masih banyak yang main rame-rame di luar.

Well, terkait dengan beberapa prosedur yang harus dilakukan diantaranya adalah penggunaan masker dan (atau) faceshield. Little M enggak mau sama sekali pakai masker, tapi masih alhamdulillah mau pakai faceshield. Dan untuk saat ini, kami membiasakan Little M untuk pakai faceshield sesering mungkin. Terlebih ketika keluar rumah. Bahkan meski hanya naik sepeda di depan rumah aja sih.

WhatsApp Image 2020-06-03 at 12.28.54

Lalu, nanti ketika tiba di daycare, tas (bawaan) dan pakaian siswa akan disemprot desinfektan. Sebelum masuk, siswa dan pengantar wajib cuci tangan. Bawa botol minum, peralatan makan sendiri, dan tidak boleh berbagi makanan dengan siswa lain. Tidak diperkenankan bersalaman atau cium tangan antara siswa dan pengantar dengan guru.

Dan yang terpenting, siswa akan dicek suhu dengan thermo gun. Lalu jika suhunya dianggap tinggi, tidak diperkenankan masuk. Jika flu / batuk / tidak enak badan, wajib langsung dijemput dari daycare dan besoknya tidak diperkenankan masuk terlebih dahulu.

Siswa wajib mengkonsumi suplemen untuk daya tahan tubuh.

Sisa peraturan yang lain, ada lah pokoknya panjang.

Singkat cerita, saya sudah konfirmasi bahwa akan memasukkan Little M kembali ke daycare. Eh ndilalah, tengah malam gurunya japri memohon maaf bahwa untuk sementara waktu daycare masih belum bisa buka kembali. Salah satu alasan karena dari pihak komplek perum tempat daycare berada, tidak memperkenankan selain warga untuk keluar masuk komplek.

Ya…. si bocah nggak jadi balik daycare.

Sebenarnya, dari pihak dinas pendidikan sendiri belum mengumumkan secara resmi kan ya kapan anak-anak balik lagi belajar di sekolah. Mungkin, ini bisa jadi salah satu hal yang bikin pihak daycare masih gamang. Mungkin lhooo yaaa….. mungkin…. Saya cuman nebak aja.

Kalau ada yang komenin : kok kamu tega masukin anak ke daycare dalam kondisi seperti ini?

Ya saya sebenernya nggak tega. Tapi gimana lagi? Saya belum ada solusi lain.

Lagian, we’re not in the same shoes, Markonah.

Kalian gimana? Ada yang lagi di posisi sama kayak saya, bingung nitipin anak ke mana ? Balik daycare atau kekep aja di rumah dulu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *