Cerita ringan dikit ya. Saya punya naskah lama. Ditulis sekitar tahun 2015. Naskah itu diikutsertakan dalam kompetisi menulis oleh penerbit mayor.
Menang?
Tentu saja kalah :p
Tapi, setidaknya naskah tersebut masuk 20 besar. Mayan lah ya.
Akhirnya, naskahnya saya simpan. Kira-kira dua bulan lalu, sebuah penerbit indie mengadakan kelas menulis novelet secara online. Baik, naskah ini akhirnya saya keluarkan lagi dan iseng-iseng saya kirimkan.
Eh, ternyata masuk 10 besar dan otomatis saya masuk kelas online donk.
Masalahnya, ini kelas novelet. Sedang naskah saya adalah novel dengan kisaran 150 halaman.

Batas halaman novelet adalah 40. Bisa dibayangkan bakal sesadis apa saya memotong banyak bab, detil, dan adegan demi mengejar batas halaman dan kata.

Aturan main di kelas tersebut adalah posting per bab tiap 3 hari sekali untuk bab 1 – 7.
Makanya, saya yang udah rada males main fb, terpaksa buka fb lagi.
Singkat cerita, naskah saya tersebut insyaAllah akan dibukukan dengan naskah 5 penulis lainnya. Jadi, semacam antologi. Seperti itu kira-kira.
Masih belum bisa bercerita lebih banyak sih. Karena naskah – naskah kami masih dalam tahap editing.

Nantinya, akan ada versi buku fisik dan versi e-book yang bisa dibeli via google play.
Hm, naskah lama ini akhirnya berjodoh dengan penerbit. Iya, benar. Masih penerbit indie, memang.
Semoga, saya bisa menikmati proses demi proses menulis ini dengan hati bahagia.  Semoga ke depannya saya bisa tembus mayor ya :p

4 thoughts on “Buku Baru”

  1. Mbak middleton kweren sanget euy, indie maupun mayor tetep aja uda ada buku
    Aku loh ket jaman smp ngidam bisa nerbitke novel masih aja malis ngedraft, impian lama yg belom terwujud huhu

    Pinginku nulis sekelas bahasanya dee etapi apadaya kutakmampuh

    Smangat ngeringkes hlm mb na, moga walau ga diringkes ngga ilang esensi ceritanya yaps

Tinggalkan Balasan ke Mrs Muhandoko Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *