Natsbee Honey Lemon

 

Beberapa waktu yang lalu, saya ngobrol santai dengan Mr. M. Mengeluhkan tentang betapa waktu begitu cepat berlalu. Betapa rasanya baru kemarin saya nangis-nangis ke suami hanya karena dikatain sama orang-orang nggak bisa hamil. Sementara woow sekarang sudah ada bocah kecil lucu yang sedang suka sekali menjelajah isi rumah dan bikin kepala mama pening karena susah disuruh tidur siang.

Time flies, huh ?

Dan ya, waktu berlalu mungkin tanpa kita sadari. Terlebih bagi kami. Yang setiap hari harus berangkat kerja dari jam 6 pagi dan baru bisa kembali ke rumah saat jam 7-8 malam.

Naik motor berdua menembus kemacetan, menghadapi stress, polusi dari kendaraan, struggling dengan load pekerjaan, makan dan jajan tidak sehat hampir setiap hari. Belum lagi, ketika sudah sampai di rumah, seloyo apa pun kami, tetap harus pasang senyum dan harus full energi untuk menemani Little M bermain.

Akupun merasa jompo sekali ya Guustiii  -___________-

Kemudian, pertanyaannya adalah …

Do we really love our daily routinities ?

Tarik napas… dan  kami akan menjawab of course, yess! Tentu saja kami menikmati rutinitas kami. Meski nggak bisa bohong juga, terkadang kami memang terlampau lelah menghadapi hari-hari seperti itu.

Stress ? Capek ? Bosan ?

Iya lah. Manusiawi sekali jika perasaan-perasaan seperti itu menghampiri. Tapi, hei, bagi kami, bekerja dan berkarir adalah bagian dari hidup yang harus dijalani. Pun, dengan peran sebagai pasangan, orang tua, anak, saudara, teman, yang melekat pada diri kami.

Kuncinya adalah dengan hidup seimbang.

Kalau orang lain di luar sana kebanyakan menyarankan olahraga dan makan sehat, maka selain menerapkan hal itu, saya juga punya cara lain #asiktanpatoxic biar hidup saya seimbang. Diantaranya :

  1. Bangun pagi dan mandi pagi setiap hari

Tidur tidak terlalu larut dan bangun pagi di waktu yang sama setiap hari bisa memberi sinyal yang baik untuk tubuh. Membuat tubuh punya ritme teratur, kapan waktu untuk istirahat dan kapan waktu untuk beraktivitas.

Ini manjur bagi saya lho. Tentunya dengan durasi waktu istirahat yang cukup ya. Bagi saya, tidur malam minimal 6 jam sudah cukup membuat badan lebih fresh ketika bangun di pagi hari.

Kalau kurang dari itu? Ah, tentunya saya dan terlebih lagi suami sering mengalaminya. Jika ada pekerjaan tertentu yang harus segera diselesaikan, maka mau tidak mau kami harus begadang tidur lewat dari jam 11 atau 12 malam. Dan keesokan harinya dijamin kami akan loyo parah hingga mengakibatkan daya konsentrasi menurun! No no no. Kalau tidak ada yang mendesak, no more tidur terlampau larut malam ya.

Setelahnya, mandi dong biar badan segar bugar kembali.

Hal ini saya berlakukan juga kepada Little M. Sejak dia berumur 3 bulan, saya menerapkan jam tidur maksimal jam 9 malam dan bangun pagi jam 5 pagi. Meski ada beberapa pendapat yang bilang kalau kasian sekali si kecil sudah harus bangun dan mandi sepagi itu.

Kebiasaan baik, harus diajarkan sejak dini, bukan ?

 

2. Memaksimalkan setiap aktivitas yang sedang dijalani

Ketika sedang berada di rumah, maka harus fokus dengan segala urusan rumah. Nah, kalau sedang di luar rumah – untuk urusan bekerja – maka harus fokus juga dengan urusan pekerjaan.

Menyandang predikat pekerja, selain tentunya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup, juga memiliki fungsi lain. Bagi kami, pergi bekerja bisa dikategorikan sebagai me time kami masing – masing.

Bertemu dengan orang lain, orang baru, rutinitas padat, memikirkan hal-hal baru.

Waah, fix sudah bahwa bekerja memang benar-benar sebagai me time  yang berkualitas.

Ketika berkumpul kembali sore harinya, kami sama – sama cerita dan mengobrol tentang aktivitas seharian. Ketika sudah tiba di rumah, no more bawa – bawa keruwetan urusan pekerjaan ke dalam rumah.

Waktunya bersama keluarga dong.

 

3. Melakukan earthing sebagai agenda we time di akhir pekan

Kalau pergi bekerja bisa dikatakan sebagai me time , maka tentu saja kami pasti menyediakan waktu untuk we time bersama keluarga. Nggak usah pergi jauh – jauh kok. Di sekitar rumah saja sudah cukup. Biasanya, kami mengajak Little M jalan – jalan di hari Minggu pagi ke taman dekat rumah.

Salah satu agendanya adalah earthing. Atau terjemahan bebasnya adalah ‘menapak bumi’. Kaki tanpa alas bersentuhan langsung dengan elemen permukaan bumi; air embun, tanah dan atau rumput. Sesederhana itu saja sih sebenarnya.

Bisa dikatakan, earthing ini sebagai penyeimbang. Jika sehari – hari sudah bergulat dengan stress dan polusi karena efek dari modernisasi, maka sediakan satu waktu untuk kembali ke alam. Main bersama di atas rumput dan berjemur di bawah hangat sinar matahari pagi sudah cukup membuat mood kami membaik.

 

3

 

2

 

4. Minum honey lemon shot

Sudah tahu kan kalau katanya lemon dan madu bisa membantu menjaga kesehatan ? Apalagi, kombinasi dari campuran air perasaan lemon dan madu dipercaya punya beberapa manfaat.

Beberapa di antaranya yang cukup populer adalah :

  • untuk menjaga asupan vitamin C dalam tubuh.
  • Lemon merupakan salah satu sumber vitamin C dengan dosis tinggi, tanpa menyebabkan kenaikan asam lambung. Hal ini dipercaya karena sifat asam lemon setelah masuk ke dalam tubuh sifatnya berubah menjadi basa.
  • membantu menjaga daya tahan tubuh
  • dipercaya sebagai salah satu obat alami untuk mencegah ataupun meredakan gejala flu dan batuk
  • jika rutin dikonsumsi, dipercaya bisa mencerahkan kulit dan membuat tubuh menjadi lebih segar
  • dipercaya bisa membantu menjaga berat badan, tentunya diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup sehat lho ya

 

Saya sih percaya dengan hal tersebut.

Nah, kebetulan Minggu kemarin saya dan Little M sempat terkena flu. Meski flu ringan, tapi tetap saja mengganggu aktivitas. Untung saja stok NATSBEE Honey Lemon ada di kulkas dan siap diminum kapan saja.

Maka, saya memasukkan dua botol Natsbee Honey Lemon – satu buat saya, satu lagi buat Mr. M – ke dalam tas kecil yang biasanya berisi perlengkapan Little M yang selalu saya bawa kemana pun Little M ikut pergi bersama saya.

 

1

Oh, ya. Apa ada yang belum tahu apa itu Natsbee Honey Lemon? 

Itu adalah produk dari POKKA, minuman perpaduan madu dan lemon asli yang dibuat untuk menemani aktivitas kalian yang padat. Salah satu solusi praktis buat saya untuk selalu sedia honey lemon shot di rumah.

 

 

Saya menemukan Natsbee Honey Lemon ini di dalam rak lemari pendingin di salah satu minimarket di dekat rumah sepulang kerja. Kebetulan, lagi ingin minum yang dingin dan segar tapi tidak sekadar dingin aja.

Kemasannya yang berwarna kuning cerah cukup menarik perhatian. Harganya berkisar enam ribu rupiah per botol. Tergantung di minimarket mana kalian membelinya.

Ketika itu, saya hanya beli satu botol saja. Masih coba-coba. Takut kalau rasanya nggak enak. Karena jujur ya, saya tidak terlalu suka dengan makanan atau minuman yang berlabel vitamin C dengan rasa yang terlalu asam. Big no no.

Tetapi, setelah dicoba diminum di rumah, eh kok rasanya enak sih?

Tidak ‘menyengat’ seperti kebanyakan minuman bervitamin C pada umumnya. Perpaduan rasa lemon dan madunya pas. Kalau saya bilang sih rasanya ‘lembut’. Segar bisa langsung glek glek glek tanpa perlu mengernyit karena menahan sensasi asam. Enak lah. Wah ini nih, cara baru #asiktanpatoxic.

Oh ya, ketika tahu saya membeli Natsbee Honey Lemon , Mr. M sempat berceletuk sambil membolak-balik botol kemasannya,” Coba deh dicek dulu mengenai sertifikasi Halal nya. Ini kok nggak tercantum di kemasannya.”

Heem….iya juga ya.

Maka saya pun segera googling dan voilaaa di situs halal mui produk ini sudah dinyatakan halal. Kalau penasaran, kalian bisa cek sendiri di situs halal MUI.

 

Sertifikasi Halal

 

Bagi saya, minum yang seger dan enak seperti minum Pokka Natsbee Honey Lemon ini biasanya mampu dongkrak mood seketika, lho. Hal yang simpel tapi punya pengaruh penting.

Kalau mood saya baik, saya sehat, aktif, bebas toxic, maka lebih bersemangat jalanin segala aktivitas. Badan sehat, kerjaan lancar.

Nah, itu sih cara – cara sederhana saya dalam menjalani hidup seimbang asik tanpa toxic. 

Definisi hidup seimbang pada tiap – tiap orang bisa jadi berbeda. Bagaimana denganmu? 

 

16 thoughts on “Hidup Seimbang Asik Tanpa Toxic”

  1. Anak2ku dr newborn, bangunnya malah sblm Subuh. Giliran yg sulung skrg bangun jam 5.30, makbapaknya kelabakan krn Subuhnya kami jd telat, hahaha. Ini mau disleep-train spy bs tidur lbh awal dan bangun jg kyk dulu lg, jam 4-an.

    1. kalo bangun sebelum subuh, kutaksanggup. nggak bisa handle kerjaan domestik. mwewhehehe.

      ntar agak gedean mau dicobain bangun sebelum subuh. biar diajak bapaknya subuhan ke masjid. *moga moga kami nggak males bangunnya ya 😛

  2. Ngeliat postingan ini jadi kepengen nyobain juga, Na. Btw earthing di Indonesia itu…duh kok aku ngebayangin yang negatif mulu ya? Yaitu rumput-rumput yang ada ranjau di sana sini alias kotoran kucing atau hewan lainnya. Hahahaha aku terlalu realistis ya?

  3. Tossss sesama mamak mamak pekerja, tapi tapi tapi aku ini suka tidur, cinta tidur, hobi tidur, jadi tidur 6 jam itu belum cukup buat akuuuuuu… FYI, aku baru ngeh belum follow blogmu mba Nana, mohon ampun sedalam Samudera Atlantik 😀

  4. Jeli banget ya kak sampai logo halal pun diperhatiin.
    Saya kadang asal minum aja.
    Lha gimana soal logo halal, orang kadang kadaluarsa aja gak aku cek.
    Makanya sempat zonk minum susu yang udah kadaluarsa, wkwkwkwk 😆

Tinggalkan Balasan