Err…maaf ya kalau judulnya terasa kurang tepat. Ini berdasarkan pemahaman saya sebagai orang awam ( bukan sebagai pelaku bidang medis ).

 

Mau cerita sedikit tentang cerita kemarin, nemani Mr. M kontrol dan harus rawat inap di rumah sakit. Ini cerita lanjutan dari yang kemarin – kemarin, yang saya menggalau parah. Yaiyasih.

Singkat cerita, setelah beberapa kali kontrol, maka dokter yang menangani Mr. M memutuskan untuk melakukan endoskopi untuk membuktikan mengenai diagnosa awal. Maka, ditetapkan tanggal yang disepakati dan Mr. M harus pesan kamar untuk rawat inap H-7 terlebih dahulu untuk 2 hari.

Saya ijin nggak masuk kerja. Sementara Little M dititipkan ke eyang utinya. Sejak 2 minggu sebelumnya, saya sounding si bayik. Bilang kalau tanggal 16-17 Mama nggak pulang, nemani Papa kontrol di Rumah Sakit. Little M jadi anak baik ya, yang pinter ya, maem yang pinter, minum susu yang pinter, tidur malam tepat waktu, nggak boleh rewel, nurut sama eyang uti dan akung. Sambil liatin kalender, dan saya hitungin misal sekarang tanggal 1, maka kurang sekian hari lagi.

Apakah berhasil? LUMAYAN LAH YAAA! hahahahahaha.

Faktanya, di pagi hari si bayik udah nggak mau ama saya. Maunya udah langsung sama uti aja. Zzzzzzz. Malemnya? Laporan dari uti sih katanya Little M galau parah. Kayak ngantuk tapi ditahan-tahan nunggu saya kok nggak pulang-pulang. Trus dibilangi lagi kalau Mama Papa malem ini nggak pulang, baru deh dia mau tidur. Tapiii…. minta gendong dan nempel teroosss sama uti.

Aawww….saya jadi mellow.

Oke balik ke Mr. M. Tanggal 16 pagi kami sudah sampai di RS. Ngurus pendaftaran kamar dan nyerahin berkas ke Ruang Echo. Lalu nunggu lama dan sekitar jam 12 siang Mr. M baru masuk kamar. ( kayaknya sih ngepasin sama jam keluar-masuk RS. Iya nggak? )

Mr. M cuma dipasangin gelang id card pasien dan nggak diinfus. Jadi bisa bebas ngapa-ngapain, tapi ya nggak boleh sampai keluar kamar apalagi keluar dari blok kamarnya.

Dan alhamdulilah, teman sekamarnya pendiam dan rapih jadi nggak rese. Hahahahaha.

Singkat cerita lagi, kami diberitahu soal pre-prosedur endoskopi. Mr. M harus mulai puasa dari jam 6 pagi, karena tindakan akan dilakukan jam 10 pagi. Jadi ya, saya nyetok roti buat sarapan. Lah Mr. M minta makan nasi pecel pedes nggak saya bolehin laaah yaaaa. Oh ya, nanti pun setelah selesai prosedur nggak boleh makan minum dulu selama 2 jam.

Paginya, ketika dokter visit ke kamar, kami dijelaskan prosedurnya. Saya nangkepnya, bakal ada kabel yang masuk lewat mulut. Nah, saya mikirnya ini kabel ya. Semacam kabel charger hp gitu. Mr M juga mikirnya sama. Cincai lah berasa nelen kwetiau doank.

Ternyataaaa…… jantung Mr. M hampir copot karena kabelnya gede segede kabel regulator tabung gas elpiji.

 

giphy

 

Mr. M udah jiper duluan tapi ya show must go on. Sampe keluar air mata dia. Mwehehehehe.

Apakah dibius? Ya tentu, tapi nggak total. Disemprotin cairan ke dalam tenggorokan.

Lalu, perjalanan si kabel berkamera tadi sampai ke bagian jantung. Dokter yang nangani Mr. M ada 2 orang, lalu diskusi dan saya nggak bisa dengar dengan jelas.

Dan yaaa… setelah selesai baru kami diberi penjelasan. Dokternya bilang, bahwa hasilnya sesuai dengan diagnosa awal. Kemudian diberi saran apa yang harus dilakukan. Saya tanya tanya dong ya, plus minusnya nanti apa aja. Yaaa…untungnya dokter komunikatif. Kami dijelaskan panjang lebar tentang resiko yang mungkin timbul di kemudian hari.

Tentu ditanyain,” Punya BPJS kan ya?”

Dan akhirnya, beliau memberi rekomendasi rujukan ke Rumah Sakit lain yang akan menangani prosedur yang harus dijalani Mr. M selanjutnya. Pleus, diberi surat pengantar. Oh ya, saya dititipkan ke dokter rekomendasi juga diberi nomor kontak ke perawat asisten si dokter. Jadi ya saya bisa tanya-tanya apapun berkaitan dengan kelengkapan dokumen untuk BPJS beserta jadwal praktek dokter.

Nah, setelah sampai kembali ke kamar, Mr. M keliatan ragu-ragu lagi. Dia sepertinya takut untuk melanjutkan proses yang dianjurkan. Kemudian, saya, mau nggak mau jadi rada sadis dikit,” Kamu denger kan tadi dokternya bilang apa? Masih mau gendong Little M kan?

“Mau.”

“Katanya masih pengen menua sama aku? Masih pengen lihat Little M wisuda, nikah, lalu punya anak?”

“Mau.”

“Ya udah. Jangan takut lagi. Aku temenin kamu kok.”

“Oke.”

WIN!

 

giphy-1

 

Me   : “Gimana rasanya tadi nelen kabel endoskopi?”

Him : “Kamu tahu linggis? Rasanya kayak ular yang kesedak linggis.”

Hihihihihi.

Oh ya, keseluruhan biaya endoskopi ini (termasuk rawat inapnya) berkisar 1 – 2 jutaan. Tapi alhamdulillah semua dicover sama BPJS. Saya nggak ngeluarin sepeser pun untuk prosedur ini.

Doain jalan kami lancar ke depannya ya. Mau dibikinin post terpisah biar biaya endoskopi dicover sama BPJS nggak ? 😛

 

Laafff,

Nana Middleton

 

10 thoughts on “Pengalaman Endoskopi Jantung”

  1. Nah, setelah sampai kembali ke kamar, Mr. M keliatan ragu-ragu lagi. Dia sepertinya takut untuk melanjutkan proses yang dianjurkan. Kemudian, saya, mau nggak mau jadi rada sadis dikit,” Kamu denger kan tadi dokternya bilang apa? Masih mau gendong Little M kan?

    “Mau.”

    “Katanya masih pengen menua sama aku? Masih pengen lihat Little M wisuda, nikah, lalu punya anak?”

    “Mau.”

    “Ya udah. Jangan takut lagi. Aku temenin kamu kok.”

    “Oke.”

    percakapan ini bener” made my day banget lah sebagai orangtua

  2. Semoga dilancarkan untuk proses selanjutnya.

    Belakangan beberapa sahabat saya dan suami ortu mertua nya juga pada pasang ring. Beruntung teknologi semakin canggih ya sekarang.

    Sweet bgt, menua bersama, dst. Kalo Kami ngomongnya, di antara kita bertiga siapa yang duluan menghadap Allah sudah takdir. Sekalian persiapin Teona biar gak ada manja2 karena ortunya belum tentu selamanya ada. Ini didikan ortu saya yang saya terapkan di keluarga saya. Jadi tidak ada kata ketergantungan sama siapapun.

    1. aamiin aamiin, terimakasih mbak frany 🙂

      iya, aku ya sempet mikir kalau seandainya salah satu dari kami harus pergi duluan. bagaimana caranya tetap harus melanjutkan hidup dengan baik :'(

  3. Ular yg kemasukan linggis itu sih ngebayanginnya gmn hahaa

    Hmmm sehat2 trus mr. M, semoga lancar ya mb na, keep fight

    Biar tetep menua bersama brg bujang little m

Halo, silakan meninggalkan komentar dengan baik dan sopan ya. Saya pasti akan senang sekali membalas komentar dari kalian :)