Halo, saya mau review tentang slow cooker yang biasa saya pakai untuk memasak MPASI nya si Little M. Sempet kepikiran untuk beli merek yang itu, yang udah terkenal duluan andalan para ibuk, tapi masih belum bener-bener mantep. Akhirnya saya kumpulin informasi dulu, googling sana sini, dan hati ini tertambat sama Baby Safe Slow Cooker Digital. 

 

Review Slow Cooker Baby Safe

 

Setahu saya, ada 2 type untuk Slow Cooker Baby Safe ini. Yang satu tanpa timer, dan yang satunya digital yang dilengkapi dengan timer.  Tentu saja saya memilih yang digital dong. Karena mempermudah sekali dalam penggunaannya. Karena kalau pakai yang manual, kita harus sering-sering cek waktu secara manual juga. Bisa sih pakai colokan listrik yang ada timernya. Tapi ya sudahlah, dengan selisih harga yang tidak terlalu besar, saya rasa yang slow cooker digital ini lebih bisa mengcover kebutuhan saya.

Oh ya, ini untuk kapasitas kecil 0.8 L ya. Karena ada juga yang kapasitas besar 1.5 L tetapi berbeda type.

Oke, cuss mantap deh bungkus slow cooker digital baby safe LB 007. 

Saya beli secara online, dapat harga sekitar 200-250 ribu ( saya lupa nominal tepatnya di angka berapa), dan besoknya sudah saya terima dengan baik.

Sempat kaget juga ya karena ‘iihh kok kecil’ ya ternyata. Wkwkwk.

 

 

baby safe

 

Oke, kita bahas dari segi kebendaannya dulu ya. ((KEBENDAAN)).

slow cooker digital baby safe LB 007 ini terdiri dari 3 bagian utama :

  1. Bagian panel pemanasnya yang jadi satu dengan kabel power.
  2. Mangkok pot keramik dengan kapasitas 0,8 L yang tahan panas. Tetapi FYI, pot keramik ini tidak bisa digunakan untuk memasak langsung di atas kompor. Setahu saya seperti itu.
  3. Tutup kaca terbuat dari bahan yang tahan panas. Nah, tutup ini dilengkapi dengan lubang kecil sebagai tempat keluarnya uap panas. Dan selama proses memasak, jangan dibuka tutup ya.

 

Cara menggunakan slow cooker, ini versi saya ya. Saya biasanya seperti ini untuk mempermudah tugas domestik.

  1. Cuci bersih semua bahan. Potong-potong sesuai kebutuhan. Masukkan semuanya ke dalam pot keramik.
  2. Isi air sesuai kebutuhan. Oh ya, untuk menghindari air meluber ketika dimasak, disarankan batas ketinggian air maksimal adalah 80% dari tinggi pot keramik.
  3. Setel waktu sesuai kebutuhan. Kalau untuk bikin kaldu, saya setel di waktu 4 jam. Kalau masih dirasa kurang, boleh tambahin timernya lagi setelah waktu memasak 4 jam pertama selesai.
  4. Setelah proses masak selesai, tombol secara otomatris akan pindah ke Keep Warm selama 6 jam
  5. Ada ibu – ibu yang memasak dengan terpisah, misal nih ya. Untuk masak umbi-umbian yang notabene matangnya lebih lama, diletakkan di bagian dasar pot. Baru bahan lainnya ditata di atasnya. Atau ada juga yang baru mencampurkan sayuran 1 – 2 jam sebelum masakan matang. Katanya sih untuk menjaga nutrisi sayuran.

 

Saya start mulai memasak ketika malam ya. Jadi, masukin semua bahan, colokin, lalu tinggal tidur atau tinggal cuci baju trus tidur ( iya, aktivitas domestik saya lakukan di malam hari ketika maling lagi berangkat dinas. wkwkwk ).

Lalu, paginya udah mateng aja deh masakannya. Dan baunya….nikmeeehh.

Nah, selama pemakaian apa saja kekurangan dan kelebihannya ?

Plus :

  1. Untuk yang versi digital, tidak terlalu mahal. Ini saya bandingkan dengan merek sebelah ya. Saya nyarinya yang masuk budget.
  2. Untuk ibu bekerja seperti saya, slow cooker ini sangat membantu sekali dalam menyiapkan makanan bayi.
  3. Karena saya ga jago masak, memasak dengan slow cooker ini kok rasanya jadi anti gagal ya? Mwehehehehe. Pernah saya coba masak soto pakai slow cooker, hasilnya sedep lho. Bikin kuah kaldu pakai slowker juga wanginya uwuwuwuwuwuwuwuw.
  4. Ada fitur untuk menghangatkan makanan.
  5. Dilengkapi dengan timer yang mempermudah pemakaian. Setelah proses memasak selesai, maka akan secara otomatis berpindah ke fitur keep warm  yang berfungsi selama 6 jam ke depan. Selanjutnya, dia akan berada di mode stand by.

 

Tombol-hires-477

 

Minus :

Errr…..sejauh ini saya belum nemu kekurangannya apa. Yang jelas, slow cooker ini jadi kesayangan banget deh. Wkwkw. Bahkan nyesel juga kenapa kemarin ga sekalian beli yang gede.

Nanti ya, postingan ini akan saya update ketika jika ke depannya ada kendala tertentu setelah pemakaian beberapa waktu.

 

Semoga postingan kali ini bisa menjadi masukan buat buibu sekalian dalam menentukan tools buat memasak mpasi yak. Eh tapi dipakai untuk masakan orang dewasa bisa juga kok.

Dan sekali lagi, kebutuhan tiap orang beda-beda yak. Kalau menurut saya slow cooker digital baby safe LB 007 ini penting banget karena bisa membantu aktivitas saya, mungkin bagi ibu ibu lainnya bisa jadi nggak terlalu penting.

Jadi, dipilah pilih dulu sebelum membeli yak.

 

Laaff,

Nana

16 thoughts on “#Review : Slow Cooker Baby Safe”

  1. Punya bayi zaman now slow cooker baby safe nampaknya salah satu kebutuhan. Zaman saya punya bayi dulu hanya mengandalkan magic com, hehehe…

    Selamat hari raya, maaf lahir dan batin.

    1. halo.
      iya, saya bikinnya malem sekitar jam 9-10 sebelum tidur, atau kadang jam 2 an malem. masaknya buat jatah makan seharian. pengalaman saya, buburnya masih tahan kok sampe sore. anak saya jam makan malam terakhirnya jam 6 malem. kalau lebih dari itu, udah bau.
      atau kalau mau masak buat seharian, bisa disimpen per kotak buat per sesi makan masukin kulkas. lalu, kalau mau makan diangetin dulu.

  2. Halo, sy baru beli sc baby safe tipe lb007 ini juga secara online. Saya mau tanya, tutup kaca nya itu memang longgar yaa pas ditutup ke pot keramik nya? Atau menutup rapat ngepas gitu? Tq

    1. halo, kalau saya biasanya masak dari malem sebelum tidur diset selama 4 jam. tapi ada juga ibu ibu lain yang ngeset selama 8 jam ( terlebih untuk masak kaldu ya).
      lama memasak juga tergantung sama bahan yg dimasak.
      tapi kalau saya karena alasan praktis, campur semua langsung dan set 4 jam aja 😛

Tinggalkan Balasan