cover

Kalau boleh jujur, selama ini saya dan suami bisa dibilang jarang sekali makan makanan rumah. Masak? Wah, itu ada dalam to do list saya yang paling bawah.  Bahkan dulu, saya seringkali menanggapi sentimen miring ketika ada yang berkata : “Kamu tidak bisa masak? Nanti kalau kamu menikah bagaimana?”

Saya selalu menjawab dengan santai. “Tenang, pasti ada warung yang bakal buka 24 jam.” Dan ya,  selama menikah pun akhirnya kami makan makanan warungmade, bukan homemade. Tanpa mempertimbangkan dan memikirkan apa menunya sudah sesuai dengan kaidah menu dengan nutrisi seimbang.

Kebiasaan ini, mau tidak mau terhenti ketika Mr. M sakit kemarin.

Baca juga : Kesempatan Kedua

Otomatis, saya harus mulai belajar memasak. Karena, asupan makanan Mr. M yang harus benar-benar terjaga. Apalagi, ada diet khusus yang harus dipatuhi. Nggak, bukan berarti Mr. M harus stop makan enak. Cuma, porsinya dibatasi.

Siapa bilang orang ‘sakit’ tidak bisa makan enak? Siapa bilang orang ‘sakit’ makannya harus hambar melulu? Hahahaha, kemarin-kemarin suami protes dengan diet makanan yang saya terapkan. Dan, setelah membaca panduan diet khusus, kami menemukan jalan keluarnya. Yup, kuncinya ada pada makanan dengan proporsi menu seimbang.

Ada beberapa kebiasaan yang kami ubah demi kualitas hidup yang lebih baik.

Ya, kami mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak canola.
Ya, kami mulai disiplin meminum air putih minimal 8 gelas per hari.
Ya, kami mulai makan buah-buahan dan sayur secara rutin.
Ya, kami memulai hari dengan sarapan sehat.
Ya, kami mulai mengisi piring kami dengan proporsi menu seimbang.

Apa itu ?

Menu piring gizi seimbang adalah makanan yang terdiri dari proporsi 15% protein, 15% buah, 35 % sayur, serta 35% panganan sumber karbohidrat. Kalau kita dulu sih mengenalnya dengan slogan 4 sehat 5 sempurna.

Simple nya, kita makan bukan bertujuan untuk asal kenyang semata. Ada asupan yang harus dipenuhi untuk kebutuhan tubuh. Tidak bisa mengabaikan salah satu unsur ya, karena mereka saling melengkapi. Pada anak-anak, jika kebutuhan gizi ini tidak terpenuhi dengan baik, terutama untuk protein hewani, maka ancaman stunting atau gagal tumbuh akan membayang-bayangi.

Tetapi, tetap konsumsi dalam batas ya.

 

FA-Piring-protein-10-03

See, sampai sini sudah terbayang kan ?
Catatan khusus untuk diet Mr. M adalah maksimal karbohidrat untuk sekali sajian adalah 10 sendok makan untuk nasi putih. Jika diganti dengan roti gandum atau roti tawar, maka batasnya adalah 1-2 lembar. Jadi, saya tinggal menyesuaikan saja sisa prosentase protein, buah, dan sayur dari acuan ini.

Naaah ini, dengan ‘kewajiban’ memasukkan semua unsur tersebut ke dalam satu kali porsi makan, satu masalah klasik pun muncul : tidak punya banyak waktu untuk memasak. Terlebih untuk menu sarapan. Hmmm, saya mengakalinya dengan foodpreparation yang akhir-akhir ini sedang mewabah. Terjemahan bebasnya sih menyiapkan makanan ke dalam kotak-kotak untuk mempermudah dan memangkas waktu memasak. Dan, saya pun ikut euforianya.

Kali ini, saya akan berbagi resep paling mudah andalan saya untuk menyiapkan sarapan dengan waktu terbatas dengan bahan yang selalu ada di dalam kulkas.

Chicken Nugget Geprek

menu gizi seimbang

Bahan :

  1. Chicken Nugget. Saya pakai merek So Good dengan varian Spicy Garlic.
  2. Cabai rawit. Saya pakai maksimal 5 buah saja. Kalian bisa sesuaikan jumlahnya dengan selera masing-masing ya.
  3. Cabai merah. Bersihkan bijinya ya.
  4. 5-10 siung bawang putih. Karena saya pribadi sangat doyan makan bawang putih.
  5. Daun bawang. (optional)
  6. Sejumput gula dan garam sesuai selera. (Kalau untuk menu Mr. M saya nggak pakai gula ).
  7. Sayuran dan buah potong. Saya memanfaatkan yang ada dalam kulkas : pepaya potong dan wortel serta sawi yang dikukus.

 

Cara memasak :

goreng

  1. Goreng Chicken Nugget So Good hingga matang berwarna kuning keemasan. Tiriskan.
  2. Sementara itu, kita bisa mengukus sayuran.
  3. Tumis sebentar bawang putih dan cabai sampai harum. Haluskan,
  4. Geprek nugget yang telah matang, lalu tata di atas piring saji bersama sayuran yang telah dikukus.
  5. Kalau mau lebih nyuuuss lagi, boleh ditambahin keju leleh di atasnya.

 

Lakukan platting, dan masakan paling nikmat kalau dimakan dalam keadaan masih hangat.

 

 

menu gizi seimbang nugget geprek

 

 sajian
Mudah, bukan ?
Oh, ya. Kenapa saya memilih Chicken Nugget So Good dengan varian rasa Spicy Garlic?
Satu, untuk menghemat waktu.
Dua, nugget ayam juga salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat, lho.
Nah, dengan menggunakan Chicken Nugget So Good bisa memangkas waktu memasak. Juga, rasa daging dalamnya sudah terasa berbumbu. Tidak plain seperti nugget yang biasanya. Nugget juga bahan yang sering tersedia di kulkas saya.
Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk memasak nugget geprek ini. Praktis sekali untuk sajian sarapan dan tetap memenuhi syarat menu piring gizi seimbang.
Kalian punya resep praktis untuk sarapan juga, nggak?
Laaafff,
Nana

4 thoughts on “Chicken Nugget Geprek Untuk Sarapan Praktis Bernutrisi”

  1. tolong lah kak.. nugget itu ngga sehat!! HAHAHAHAHAH #DIGEPREKNANA
    aku suka nugget kalau lagi males masak, raya jg suka ntah kenapa ikut2an hahahaha.. pengen nyoba jg ah ntar digreprek kayak gini, jangan ayamnya doang yg digeprek… bocen 😀

  2. Ga kepikiran aku ngegeprekin nugget hahahaha. :p. Padahl sama ayam geprek suka bangetttt. Ntr aku coba mba. Gampil ini resepnyaaa :D. Tapi kalo aku yg masak, cabenya bakal aku banyakin :p

Tinggalkan Balasan