Halo, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis tagar #HouseTalk. Kangen banget nulis-nulis tentang rumah. Kali ini, saya mau cerita tentang #TheMuhandokosNest. Ada beberapa hal yang mau saya ceritakan di sini. 
Jadi, halaman rumah saya memang belum berpagar. Pun belum diplester dengan semen. Benar-benar dipenuhi dengan rumput dari satu sisi ke sisi lainnya. Saya memang meminta demikian sih. Dengan alasan agar halaman terlihat hijau di mata, dan suatu saat anak saya bisa main-main guling-guling di halaman berumput. Yang mana kalau tinggal di daerah komplek susah sekali dapat lahan hijau. Penting banget ini alasannya. Haha.

Cuma, ketika musim hujan seperti ini, pertumbuhan rumputnya menjadi tak terkendali, menggila. Habis dipotong, eh seminggu kemudian kembali meninggi. Sampai-sampai sering dipakai sebagai tempat peek-a-boo oleh kucing saya.


Mulanya, Mr. M memotong rumput dengan menggunakan sabit. Lalu, beralih ke gunting rumput. Cuma, ternyata lumayan capek juga lho kalau tiap minggu harus jongkok dan berpanas-panasan potong rumput di halaman yang belum ada pohon rindangnya ini.

Akhirnya, kami memutuskan mengunjungi salah satu gerai Ace Hardware di Surabaya. Butuh solusi nih ceritanya. Makanya harus dateng ke #HelpfulPlace.

Muter-muter dulu, melewati beberapa bagian peralatan rumah tangga. Emang sengaja sih. Karena seberapapun lamanya muter di Ace Hardware ini, ga akan berasa bosen. Dan jangan kuatir nyasar, karena pembagian area tiap-tiap jenis peralatan tertata rapi. Ditambah lagi, ada banyak staf berseragam rapih yang dengan sigap membantu bila kita membutuhkan sesuatu.

Nah, akhirnya kami sampai di bagian peralatan berkebun. Di sini, mau nyari apa aja ada. Mau nyari bibit, pot, pagar-pagar yang kekinian di Instagram pun ada. Mr. M nanya-nanya sama petugas tentang mesin pemotong rumput. Di sini ada beberapa jenis.

Ada yang menggunakan pisau, ada pula yang menggunakan tali senar sebagai pengganti mata pisau. Ada yang menggunakan bahan bakar BBM, ada pula yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaga. Semuanya dijelaskan dengan gamblang oleh salah satu  staf Ace Hardware yang dengan ramah membantu kami.

Nah, karena rumah kami kecil, dan mempertimbangkan keamanan saat mengoperasikan mesin, juga tempat penyimpanan saat mesin tidak digunakan, maka pilihan kami jatuh kepada mesin dengan tali senar sebagai pengganti mata pisaunya. Sumber tenaganya dari listrik yang tinggal dicolokkan aja. Nanti, kalau senarnya habis, kami bisa beli lagi refillnya di Ace Hardware. Lihat ada bulatan kecil dengan kemasan hijau di foto atas? Nah, itu refil senarnya. Murah kok, dan yang jelas bisa digunakan hingga berkali-kali pemakaian.

Simple dan praktis kan? Sebelum barang dibawa menuju kasir, pramuniaganya memperagakan bagaimana penggunaan alat serta mengecek kelengkapan alat yang akan kami beli.

Sesudahnya, mari kita bawa pulaaaangg.

Ketika hari Minggu pagi tiba, Mr. M antusias potong rumput menggunakan alat ini. Ini penampakan kemasannya.

Di bagian depannya ada semacam kap pelindung, yang berfungsi melindungi kaki agar tidak terkena tali senar ketika proses pemotongan rumput dilakukan. Tetapi, Mr. M tetep saya suruh pakai sepatu karet. Safety first lah ya.

See, mesin juga tidak terlalu besar. Hingga pemula seperti Mr. M (yang sebelumnya tidak pernah memegang mesin pemotong rumput) sama sekali tidak kesulitan dalam mengoperasikannya.

Nah, karena di #HelpfulPlace ini apa aja ada, selain membeli mesin potong rumput, saya membawa pulang juga pagar putih mini.

Satu set isi 5 pcs pagar. Tidak perlu tenaga profesional untuk memasangnya di halaman. Kami tinggal menancapkan bagian yang runcing tersebut hingga masuk ke dalam tanah.

Tuh, bahkan sebelum bekas potongan rumput selesai diberesi, para kucing sudah bersiap-siap santai di halaman.

Selesai sudah acara berkebun hari ini.  Besok, masuk ke dalam rumah saya ya. Ada apa lagi dari hasil berburu barang di Ace Hardware #Helpfulplace ya?

Xoxo,

Nana

16 thoughts on “#HouseTalk : Mari Berkebun”

  1. Di halaman belakang rumah juga rumputnya tinggi-tinggi. Cuma juarang ada. Jadi masih bisa dicabut pake tangan langsung beres. Padahal udah ditanami pepaya, lombok dan sebagiannya, eh rumputnya tetap aja ada.

    1. Iya, mbak El. Betull..memang ada. Itu obatnya nanti disemprotkan ke rumput. Memang mati sih, tapi hasilnya nanti rumput jadi menguning sebelum bener-bener kering. Dan setelah berapa lama gitu, rumputnya tumbuh lagi deh 😀
      Aku pernah beberapa kali pake obat spray rumput ini.

  2. Ngga punya halaman yg berumput, hiks karena waktu dulu ada rumputnya malah di ee-in kucing liat #demyoucat! jadi halaman seiprit sekarang pake con-block yang bs meresap air ajah.. etapi abis itu si kucing tetep ee disitu dong.. KZL KZL pokoknya!!

    1. Kalo yg kayak punyaku ini ga sampe 500 mbak. Kemarin pas ada sale juga di ace. Untuk refilnya, sekitar 40 ribuan. tapi itu bolak balik pemakaian.
      wkwk hutan rimba mini ini yang bikin takut kalo ada ular numpang hidup sama dipake pup kucing. KZL. haha

  3. Bikin kalap sih emg di sini, kek dulu kalap beli pemotong rumput tg di dorong ituh. Alhasil kepake sekali dua kali doang, selebihnya beberapa bulan sekali manggil pak potong rumput :))))

  4. Bikin kalap sih emg di sini, kek dulu kalap beli pemotong rumput tg di dorong ituh. Alhasil kepake sekali dua kali doang, selebihnya beberapa bulan sekali manggil pak potong rumput :))))

  5. Dulu waktu kecil, rumput depan rumah juga kaya gitu tapi kayanya papa udah capek ngurusnya, jadinya di pasang paving block deh. Biar tetep bisa ada serapan air katanya.
    Kalau rumahku.. gatau, belum punya ><

  6. Mbaaa… itu pagar dapet di ace hardware mana kah? Di Depok udah ngga ada, aku cari-cari sampe ke jakpus dan jakbar juga nggak nemu. Di Surabaya masih ada ya T_T

Tinggalkan Balasan