39a24baa68669a6dffe2e3c019e83b51

Jaman sekarang, kenapa sih kok orang bohong idungnya gak bakal panjang kayak Pinokio? Andaikan idung orang bohong bisa memanjang, pasti donk gak bakal ada lagi orang-orang polos nan berhati baik kayak saya kena tipu. *kibas jilbab*

Jadi, ceritanya…kenalin si X. Si X ini terkenal tukang ngibul tingkat propinsi. Taapiiii…saya masih tetep mau percaya sama dia. Toh, tidak ada orang yang 100% hidupnya full kebohongan kan? Dia pasti masih punya sisi ‘manis’ meski cuma secuil upil.

Bohong pertama, saya coba memahami. Mungkin dia ada alasan tertentu sehingga terpaksa berbohong.

Bohong kedua, saya masih mencoba memahami.

Bohong ketiga, saya mencoba memaafkan.

Bohong keempat, ini sebenernya saya yang terlalu bodo atau dia yang terlalu kampret sih?

Laluu..tak berhenti sampai di situ. Masih ada bohong kelima, keenam, ketujuh dan ke –takterhitung.

Saya harusnya gak percaya donk ya…tapi kembali lagi saya punya sisi rapuh *halah*. Jadinya, sekarang kalau dia cerita sesuatu lagi dan minta tolong lagi, saya kan jadi dilema. Dia beneran apa bohongan.

Nah, kalo idungnya bisa mancung-pesek kayak Pinokio, mungkin saya ga perlu terlalu galao.

Ada lho, penyakti sering bohong namanya Mythomania. Ditandai dengan hobi bohong yang over dosis. Selalu bercerita tentang sesuatu secara berlebihan agar si pendengar percaya. Selalu berlagak menjadi korban, menjadi pihak yang teraniaya untuk mendapatkan atensi publik. Karena saking seringnya bohong, otomatis donk sering juga ketahuan berbohong tetapi selalu menyangkal dan menceritakan hal lain untuk meyakinkan si pendengar. Padahal dia kembali berbohong. Rasanya, tabokable banget ya?

Dan, jangan salah. Penderita mythomania memang lihai berbohong, seolah bohong adalah bagian dari hidupnya. Dan ini, dikategorikan sebagai penyakit kejiwaan. Penyebabnya, bisa jadi karena ada ketidakbahagiaan dalam hidup, keinginan terlalu muluk tetapi tidak ada pencapaian, sehingga dia selalu ingin bersembunyi di balik topeng kebohongan yang diciptakannya. Ruwet kan ya? Silakan lebih jelasnya digoogling sendiri ya. *dasar blogger males* Yang jelas, jika ketemu orang semacam ini hanya ada dua pilihan : menjauh, atau menolongnya. Dengan catatan, jika kita berniat menolong, tentunya tetap didasari keinginan kuat dari si tukang bohong untuk berubah.

Naaaah… saya jadi ragu. Si X ini menderita mythomania, ataukah justru berbohong untuk alasan profesionalitas? Alias berbohong demi mereguk keuntungan pribadi.

Saya kan jadi dilema. Di satu sisi pingin nolong, tapi di sisi lain pingin mengabaikan biar dia sadar kalo bohong itu gak baik. Kalo segala sesuatu perbuatan itu harus dipertanggungjawabkan.

26 thoughts on “Penyakit Suka Berbohong”

  1. Sabar Mbak. Saya mah mending pergi saja, kecuali ada keinginan dia buat berubah. Saya juga mencoba buat tidak mudah percaya dengan orang apalagi yang baru saya kenal sih. Sebisa mungkin coba sendiri dulu memecahkan masalahnya sebelum minta saran ke orang lain, dan saran orang pun hanya akan saya jadikan pertimbangan, bukan mutlak menurut apa yang mereka katakan.

    Yah, kadang tak ada yang lain yang bisa kita percaya selain Tuhan.

  2. hahaha giles aja mbak giles. Pites hidungnya. Menumbuhkan kepercayaan pada diri orang lain itu sulit, Orang yang suka bohong, pertama karena kebiasaan (kalo udah bohong sekali, pasti keterusan), kedua karena emang dia nggak pintar. Gitu aja sih menurutku 😀

  3. TFS ya mbak. Saya jadi tau bahwa ada penyakit bernama mythomania. Tadinya saya pikir Mito emang hape paling unggul di kelasnya mbak *kemudian dilempar linggis*. Dulu saya punya teman (gak deket sih) levelnya manager sebuah media cetak gitu. High class hidupnya Sebetulnya dia gak hamil, tapi karena mungkin gengsi atau gimana, dia ngaku hamil ke kita2 semua dan bulan ketiga katanya keguguran. duh saya juga lupa dulu kebongkar itu rahasia gimana, tapi memang pada akhirnya ketauan dia gak hamil blas. ah banyak ya org2 kayak gini sekitar kita *merenung bijak*

  4. baru tau ada penyakit bohong.dan ternyata suami sy memiliki penyakit ini.hadehhhh klo d karungin tuh bohong,ni bumi penuh sm bohongnya itu.

Tinggalkan Balasan