BOHONG

 

Berapa kali dalam sehari sih kita dibohongi ? Atau justru malah kita sendiri yang suka bohongin orang? upps.. semoga tidak yaaa

Kalimat : “ jangan suka bohong lho, nanti dosa.”

Seolah menjadi jargon lawas yang udah bablas kedaluarsa.

Apakah bohong itu merupakan hobi ?

Atau bohong justru merupakan gen turun temurun yang apes kebawa dari lahir ?

Saya lagi males berdebat ataupun nyari pembenaran mana yang paling oke dari kedua pembelaan tersebut di atas.

Berbohong yang diperbolehkan : berbohong dengan tujuan mendamaikan antar sesama manusia yang tengah berselisih, berbohong untuk ngerayu pasangan dalam hal kebaikan ( maksudnya bukan berbohong buat selingkuh lho yaaa 😛 ) , berbohong ketika bersiasat dalam perang.

Wallahualam…

Kalau berbohong untuk melindungi orang yang bersalah ? berbohong untuk mendapatkan keuntungan? berbohong untuk mengambil hak orang lain ? Dosakah ? Bolehkah ?

Deep down your heart, sebagian besar sudah pasti tau jawabannya.

Ketika seseorang berbohong untuk melindungi orang lain yang (mungkin – ternyata) juga seorang pembohong, mau tidak mau sadar tidak sadar rela tidak rela , dia telah menumbuhkan seorang pembohong baru. Yang nantinya bisa jadi akan tumbuh menjadi pembohong profesional. Mengapa dikatakan seperti itu ? karena terpatri dalam otaknya : eh aku bohong gini lho gakpapa, wong ya orang itu juga suka bohong kok. Kapan kapan bohong lagi aaahhh…

Seolah olah bohong adalah life style baru yang sah sah aja dilakukan.

Kalau kita sayang sama seseorang , dan tahu dia melakukan kesalahan yang mendholimi orang lain, pliss dehh jangan berbohong untuk melindungi orang yang salah. Itu bukan sayang ! itu justru menjerumuskan dia ke jurang dosa yang lebih dalaaammm…. kasihan ntar hidupnya jika dia tumbuh menjadi pembohong. Belum lagi sumpah serapah atau doa jelek dari orang yang merasa terdholimi karena dia telah dibohongi. Kasihan banget kan hidupnya ntar ? belum lagi, jika yang suka bohong ini adalah keturunan kita. Naudzubillah…..

Naah…bagi para pembohong itu sendiri, jangan diterusin hobi bohongnya. Kembalilah jadi orang jujur. Bagaimanapun juga bohong itu gak enak, hidupnya gak barokah, gak tenang, dipisuhin orang dimana mana. Emang enak ?

Masih ada kesempatan kok jadi orang jujur. Asal ada niat. Setiap manusia punya kesempatan yang sama.

Dalam rangka apa saya posting ginian ?

dalam rangka dilema sodara sodara sekalian.

Sekalian bahan renungan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan