Penulis                         : Madeleine Wickham / Sophie Kinsella Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama Tebal                           : 352halaman ISBN                            : 978-979-229-216-9 Sabtu musim panas yang menyenangkan. Empat pasangan berkumpul untuk bertanding tenis. Perkenalkan tuan rumahnya: Patrick si OKB dan istrinya, Caroline, yang norak dan blak-blakan. Mereka mengundang sahabat-sahabat lama, sekaligus ingin memamerkan rumah baru mereka di pedesaan. Perkenalkan para tamunya: Stephen dan Annie, mantan tetangga mereka yang hidup pas-pasan; Charles si pendaki jenjang sosial dan Cressida, istrinya yang berdarah bangsawan; Don dan Valerie, ayah-anak yang sangat kompetitif. Ketika bola pertama dipukul melewati net, dimulailah akhir pekan yang penuh minuman, godaan, penipuan, serta pengungkapan yang mengguncang. Jelaslah bahwa pesta ini bukan sekadar soal pertandingan tenis. Review : Patrick dan Caroline Chance adalah OKB. Mereka menjadi ‘kaya’ karena pekerjaan Patrick sebagai penjual investasi. Keluarga Chance pindah dari Seymour Road ke pedesaan di Bindon. Mereka tinggal bersama anak tunggal mereka, Georgina. Saat musim panas tiba, mereka mengundang para sahabat untuk sekadar bermain tenis sekaligus memamerkan rumah baru keluarga Chance. Kalo membaca deskripsi penulis sih, saya bayanginnya rumah keluarga Chance ini luas dan megah. Ala ala rumah keluarga bangsawan Inggris deh. Dengan padang rumput tempat Georgina bisa menunggang kuda poni, kamar kamar yang luas dan mewah dengan sprei satin mengkilat. Serta taman bunga luas tempat terjadinya salah satu ‘tragedi’ di pertengahan cerita novel ini. *awas spoiler*. Sebenarnya sih, Caroline ini cinta banget sama Patrick. Saling mencintai. Taaapii….Caroline adalah tipe ‘ibu ibu sosialita masa kini’. Dia gengsi banget buat nunjukin kalau dia itu sebenarnya cinta sama Patrick. Dan si Caroline ini pintar menyembunyikan perasaan. Dia juga setia kawan. Kalau Patrick sih, wooohh mungkin bisa dibilang dia ini ‘biang keladi’. Gara – gara Patrick yang kekeuh ngejar bonus dari penjualan asuransi, dia nekat dan merasa sah – sah aja mengelabui sahabatnya agar mau membeli produk investasinya. Bahkan, bisa dibilang pesta tenis ini diadakan Patrick demi modus tersebut. Pasangan Stephen dan Annie Fairweather adalah keluarga yang biasa – biasa saja. Bahkan, Stephen tidak punya pekerjaan karena ia sedang mengejar gelar Doktornya. Mereka juga mempunyai anak perempuan yang berkebutuhan khusus, sehingga memerlukan perhatian dan dana lebih. Keluarga ini menurut saya keluarga yang awalnya oke. Stephen dan Annie sayang dan kompak dalam mengasuh kedua anaknya. Annie bahkan oke oke saja dan nriman meski suaminya tidak bekerja. Awalnya Stephen juga oke, tapi ketika bertemu dengan teman temannya yang pada sukses semua, mulai deh timbul rasa tidak percaya diri, rasa iri. Dan ini memicu Stephen untuk melakukan tindakan yang di luar logika. Don dan Valerie Roper adalah ayah – anak tetangga dari keluarga Chance. Mereka ayah – anak yang sangat kompetitif. Terlebih lagi si Don. Dia tipe orang yang gak mau kalah sama orang lain. Lalu yang terakhir adalah Charles dan Cressida Mobyn . Mereka adalah pasangan yang terlihat paling kaya di antara semuanya. Charles rela meninggalkan mantan pacarnya, Ella, demi bisa  menikah dengan Cressida yang kaya dan keturunan bangsawan. Cressida ini tipikal wanita anggun. Wajah dan ekspresinya datar datar aja. Dan, dia berusaha sebisa mungkin tidak terlalu dekat dengan orang lain. Tapi dia ini begonya ampun deh 😛 Charles yang awalanya okay saja menurut saya, dia digambarkan tipe pria penyayang keluarga. Suka gendong anak kembarnya ke sana ke mari. Easy going dan ramah. Tapi, akhirnya ketauan juga ntar belangnya. Awalnya pesta tenis berjalan oke oke dan smooth. Lalu, si Patrick mulai melancarkan misinya. Ada yang lolos dari jeratan, tapi ada pula yang bego terjerat. Laluu…hawa – hawa persaingan antar wanita pun menyeruak. Mulai dari saingan gaun, perhiasan, serta riasan. Daann…di tengah acara muncullah seseorang yang –menurut saya – dia akan menjadi trigger terkuaknya semua permasalahan dalam masing – masing keluarga yang sedang memakai topeng kesempurnaan ini. Entah kenapa, akhir – akhir ini saya lagi demen baca karyanya Sophie Kinsella. Khusus untuk buku ini dan beberapa karya lainnya, ia menggunakan nama aslinya. Awalnya saya gak ngeh juga, kenapa dia pakai nama beda ? setelah dibandingkan, auranya emang beda. Dalam karya Sophie Kinsella – ex: Shopaholic Series, I’ve Got Your Number – ceritanya ringan dan pop sekali. Tokoh utama wanitanya ceria, rada oon tapi cerdas. Nah lho bingung kan ? Sedangkan saat dia pakai Madeleine Wickham, karyanya lebih dewasa dan gelap. Tapi ya gak gelap gelap amat sih. Mungkin itu sebabnya dia ingin agar pembaca tidak tercampur aduk intrepetasinya ketika membaca karyanya yang lebih dewasa. Karena imejnya Sophie Kinsella kan ringan dan chicklit banget. Kali ini, saya kasi rating bintang tiga dari lima boleh, kan ? karena apa , ya ….. saya kurang puas sama endingnya L ada keluarga yang menurut saya eksekusi dari problemnya dia belum dituntasin. Tapi…. saya tetep mau hunting dan mau baca another Kinsella’s book 😀

Tinggalkan Balasan